Quotes: “Aku” ini, “Ego” ini Hanyalah Produk Pikiran

Quotes: Aku ini, Ego ini Hanyalah Produk Pikiran

Image:  Jumper Networks

Tidak ada yang pokok atau permanen.

Yang ada hanya sebuah proses yang berubah terus menerus, mengalir menurut sebab dan kondisi.

Tetapi kegelapan batin yang salah, menganggap ini sebagai suatu wujud permanen “aku” dan “ego”.

Jangan melekat pada pemikiran dan perasaan berdasar pada “aku” dan “milikku”, maka semua derita dan masalah akan berakhir.

Home | About | Blogging | Daily Life | Insights | News | Videos | SEO

Quotes: Dunia Ini Kosong

dunia ini kosong

Dunia ini kosong

dari “aku”

dan segala sesuatu “milik aku”

Semua wujud yang lahir itu ada, tetapi tanpa “aku”. Mereka seharusnya tidak dipegang erat dan dijadikan “aku”, karena mereka akan menjerat batin kita, menjebak kita selamanya, dan menyiksa kita begitu licik…

Home | About | Blogging | Daily Life | Insights | News | Videos | SEO

Quotes: Lihat Betapa Putih Giginya

Lihat Betapa Putih Giginya

Image:  London Asian Guide

Suatu saat Yesus berjalan bersama para muridnya melewati sebuah ladang. Tiba-tiba para murid Yesus menutup hidung. Ada bangkai anjing tergeletak mengeluarkan bau busuk menyengat. Tetapi Yesus tidak seperti murid-muridnya, ia tersenyum dan berkata, “Lihat Betapa Putih Giginya.”

Home | About | Blogging | Daily Life | Insights | News | Videos | SEO

WordPress: Settings>> Privacy Settings

Ada yang ga beres… blogku kok ga muncul-muncul di search-results google. Periksa di google Webmaster Tools, ternyata Googlebot is blocked from http://djuyadi.wordpress.com/

robots robots

Eh…  rupanya urusan privacy. Read more of this post

Realitas dalam Filsafat, Sains dan Agama

Realitas dalam Filsafat, Sains dan Agama Filsafat, sains dan agama beribicara mengenai realitas, segala sesuatu yang bisa kita cerap. Filsafat lahir terlebih dulu, sains baru muncul kemudian. Filsafat muncul karena ketakjuban mendalam ketika orang bersentuhan dengan realitas (dunia tempat hidupnya dan dirinya sendiri). Ketakjuban ini meninggalkan goresan mendalam dan tak henti menimbulkan pertanyaan. Orang kemudian mengajukan pertanyaan dengan sengaja untuk mendapatkan penjelasan. Dari mana asal semua benda? Apa itu cinta, kebaikan, kebahagiaan? Orang kemudian berolah pikir, sekuat tenaga menggunakan kemampuan akalnya untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Sudah banyak yang bisa dicapai dan dihasilkan. Sudah banyak manfaat yang bisa diambil dan hingga kini penyelidikan semacam itu tidak berhenti. Read more of this post

Ngeblog, Ngapain Ya?

Ngbeblog Ngapain Ya?

Image:  Kaushik

Mengenai blog, pertanyaan yang lebih enak untuk diajukan rasanya dalam bentuk negasi, “Kenapa aku ga bikin blog?” Tentu tidak sama untuk setiap orang, tetapi kalau kita timbang-timbang beragam alasan yang ada seputar blog, rasa-rasanya tidak salah kalau pertanyaan tadi diajukan dalam bentuk negasi. Artinya, nge-blog deh. Banyak yang bisa kita dapat.

Memang apa yang bisa kita perbuat? Search deh di google, buanyak sekali, beribu bahkan berjuta alasan orang menulis di blog. Sampai-sampai kalau kita ikuti terus dan terus apa yang kita dapat di search-results-nya google, kita sendiri bisa jadi pusing, yang pas buat kita yang mana? Kita sendiri kalau bikin blog, mau ngapain? Read more of this post

Belantara Teknologi

Belantara Teknologi Teknologi menghasilkan sumber daya melimpah dan terdistribusi sampai pada tingkat orang perorang. Teknologi menghasilkan ketersediaan tanpa batas, juga sebagai konsekuensi logisnya, akses tanpa batas. Kuasa individu tidak lagi tersekat otoritas.

Mari kita ambil contoh: Blog dan situs jejaring sosial. Apa susahnya sekarang ini membuat blog atau akun di situs sosial? Semua tersedia dan aksesnya sangat mudah. Boleh dibilang, tinggal mau, lalu dalam sekejap kita sudah punya blog dan atau akun situs sosial. Read more of this post

Menulis Ketika Sulit Menulis

Menulis Ketika Sulit Menulis

Ide-ide itu bergentayangan, mengetuk-ngetuk dari dalam kepala, seperti orang ramai menabuh genderang. Tapi anehnya ketika mau dituangkan mereka menghilang. Kenapa ya? Ketukan-ketukan itu terus terasa.

Kesulitan menuangkan ide membuat orang males menulis. Kok menulis itu beda ya dengan bicara? Bicara rasanya lebih mudah  kapanpun terasa ada yang ingin disampaikan. Apa sih sebenarnya bedanya? bicara dengan menulis? Apa karena bicara itu dengan mulut sementara menulis dengan tangan? Kenapa tidak bayangkan saja sewaktu menulis  kita bicara tapi tidak diucapkan melainkan dengan gerak tangan?

Ah tidak juga. Tidak semudah itu. Tetap saja ada lebih sulitnya, menulis dibanding bicara. Apa mungkin karena ketika menulis, bahasa yang digunakan tidak sama dengan bahasa lisan? Atau karena ketika kita mencoba menuliskan ide ada jeda yang lebih lama dibanding ketika kita mengungkapkannya dengan lisan? Apa reflek yang dibutuhkan untuk menggerakkan bibir untuk bicara lebih cepat dibanding untuk menggerakkan tangan buat menulis? Entahlah, entahlah.

Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.