Blogging Revisited: Konten Niche Passion SEO

Setelah beberapa minggu blogging, ada sedikit kemajuan mengenai blogging know-how. Paling tidak sekarang ini ada lebih banyak  bahan untuk disajikan dan cara mengerjakannya juga terasa sedikit lebih mudah.

Di awal sekali ketika hendak memulai blogging, kesulitan sangat terasa. Seperti saat pertama belajar berenang; sudah tahu tidak akan tenggelam, kedua kaki berat melompat.

Ada banyak sumber yang bisa membantu menyelesaikan kesulitan semacam ini. weblogs.about.com misalnya, menyediakan bahan bagus sebagai rujukan untuk membuka wawasan mengenai blogging mulai dari apa itu blog, mengapa ngeblog, memilih platform, memilih topik blog, bagaimana caranya dst.

Dua hal pokok yang tidak bisa lepas adalah (1) konten; apa yang hendak disajikan; tema apa yang dipilih dan (2) bagaimana cara menuliskan dan menerbitkannya di blog. Mengambil perbandingan, yang pertama kira-kira sama dengan soal mau kemana kita pergi, yang kedua soal bagaimana cara mengendarai mobilnya. Keduanya butuh pengetahuan.

Terkait kedua hal itu kita butuh passion, gairah. Ini sangat perlu untuk menjaga agar bahan bakar selalu tersedia dan tidak menjadi kosong, agar bahan bakar itu renewable, supaya blogging tetap bisa berjalan. Bahan tulisan menjadi sulit didapat jika tidak ada gairah terhadap tema yang akan dibicarakan, begitu pula pengetahuan teknis blogging yang tidak habis-habis harus terus dipelajari membutuhkan semangat yang tidak kalah banyak.

Akan lebih baik jika sejak awal kita menentukan ruang linkup (niche) terbatas. Apa yang akan kita bicarakan dalam blog berpusat sekitar niche atau tema terbatas ini. Dikemudian hari, ini akan sangat memudahkan. Setiap konten yang kita terbitkan bisa muncul ke permukaan melalui proses pencarian. Calon pembaca menuliskan kata pencarian di search box dan hanya konten yang berisi frase relevan dengan kata pencarian itulah yang akan terangkat dan tampil di hasil pencarian. Tema yang jelas dan terbatas akan memudahkan menentukan keyword. Judul tulisan (post) dan isi halaman harus berisi keyword yang sama atau relevan dengan kata pencarian. Tema terbatas memudahkan mencapai hal ini.

Konten blog tidak kita biarkan begitu saja selesai kita tulis dan terbitkan. Ia membutuhkan perlakuan lebih lanjut. Ada pemain utama yang mengurus soal ini, bagaimana konten itu bisa disimpan dalam database, diindex, diberi peringkat dan ditemukan ketika dicari. Konten per se belum cukup. Selain harus ditulis dengan cara yang search engine friendly, konten juga harus dipromosikan dengan cara serupa.

Ujung-ujungnya kita berurusan dengan SEO (Search Engine Optimization). Pemilahan dua hal pokok yang diperlukan dalam blogging menjadi semakin jelas pada tahap ini. Kita harus pikirkan konten, kita juga harus pikirkan bagaimana konten itu tersaji sesuai SEO. Tetapi apakah ini keharusan? Sama sekali bukan. Bisakah kita mengerjakan blogging tanpa harus direcoki urusan SEO dan berfokus pada pencarian dan penyajian konten? Sure you can. No problem!

SEO berangkat dari pemikiran bahwa konten blog bukan sekedar bahan konsumsi penulisnya sendiri. Konten blog harus tersedia dan dapat diakses siapapun yang masuk ke dunia maya. Lebih jauh, target utamanya, SEO berbicara mengenai bagaimana caranya suatu konten menjadi sangat mudah ditemukan. Ini misalnya sangat perlu dalam urusan marketing; bagaimana suatu konten berisi informasi produk tertentu bisa tampil di barisan paling depan pada search result.

Home | About | Blogging | Daily Life | Insights | News | Videos | SEO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s