Matt Cutts: Soal PageRank Sculpting

Orang memahami PageRank dengan banyak cara berbeda. Orang membandingkan PageRank dengan “random surfer” model dimana PageRank adalah kemungkinan seorang surfer yang meng-klik suatu link tiba pada suatu halaman. Yang lain memahami web sebagai matriks link dimana nilai pada suatu posisi (i,j) menunjukkan keberadaan link dari halaman i ke halaman j. Pada kasus yang kedua, PageRank berkaitan dengan eigenvector suatu matriks link.

Disclaimer: Bahkan ketika saya bergabung dengan Google pada tahun 2000, Google sudah menerapkan komputasi link yang lebih sophisticated dibanding yang bisa anda temukan pada paper awal PageRank. Jika anda kira Google berhenti melakukan inovasi dalam hal analisis link, asumsi anda itu tidak tepat. Walaupun kami masih tetap merujuknya sebagai PageRank, kemampuan Google untuk melakukan penghitungan reputasi berdasar link sudah berkembang sangat jauh beberapa tahun belakangan ini. Saya akan bicara selanjutnya menggunakan kerangka kerja “classic PageRank” tetapi tolong diingat ini bukan analogi yang sempurna.

Mungkin cara paling populer menggambarkan PageRank adalah seperti aliran yang terjadi antar dokumen melalui outlink.

PageRank Flow

Pada gambar di atas, halaman di sudut kiri bawah memiliki “nilai PageRank sembilan” dan tiga outgoing link. PageRank yang mengalir melalui masing-masing outgoing link, oleh karena itu, adalah sembilan dibagi tiga = tiga nilai PageRank.

Namun model simplistik itu tidak bekerja sempurna. Bayangkan jika ada loop:

PageRank Loop

Tidak ada PageRank yang bisa keluar dari loop, dan karena PageRank yang datang terus mengalir ke dalam loop, akhirnya PageRank dalam loop itu akan mencapai infinitas (tak terhingga). PageRank tak terhingga tidak banyak berguna, jadi Larry dan Sergey mengenalkan decay factor –anda bisa katakan kurang lebih 10-15% dari PageRank yang dimiliki setiap halaman menghilang sebelum mengalir melalui outlink. Pada random surfer model, decay factor berarti ketika seorang surfer merasa bosan memutuskan untuk memilih halaman lain yang sama sekali berbeda. Anda bisa melakukan hal-hal cerdas untuk menyiasati ini, misalnya dengan personalisasi, tetapi ini adalah soal di luar pembicaraan kita kali ini.

Sekarang mari kita bicara mengenai atribut rel=”nofollow”. Nofollow adalah metoda (dikenalkan pada 2005 dan didukung oleh banyak search engine) untuk menandai suatu link untuk memberi tahu search engine “Saya tidak bisa atau tidak mau percayai link ini.” Di Google, nofollow link tidak mengalirkan PageRank dan tidak melewatkan anchortext[*].

Jadi apa yang terjadi jika anda memiliki sebuah halaman dengan “nilai pageRank sepuluh” dengan sepuluh outgoing link, dan lima di antaranya nofollow? Mari kesampingkan dulu decay factor dan fokus pada inti pertanyaannya. Semula, kelima link tanpa nofollow masing-masing akan  mengalirkan dua nilai PageRank. Lebih dari setahun lalu, Google mengubah bagaimana PageRank mengalir sehingga kelima link tanpa nofollow itu masing-masing mengalirkan satu nilai PageRank.

T: Mengapa Google mengubah cara menghitung link-link ini?

J: Satu hal, ada yang menemukan situs-situs tertentu coba mengubah aliran PageRank dalam situsnya, tetapi kemudian situs-situs itu mengesampingkan beberapa bagian dari situsnya yang sebenarnya memiliki informasi bernilai tinggi (misalnya user forum).

T: Apakah ini berarti “PageRank sculpting” (coba mengubah bagaimana PageRank mengalir dalam situs anda menggunakan Nofollow) merupakan ide yang buruk?

J: Saya tidak menyarankannya, karena cara ini bukan merupakan cara paling efektif memanfaatkan PageRank anda. Secara umum, saya akan membiarkan PageRank mengalir bebas dalam situs anda. Bagi kami “PageRank sculpting” selalu merupakan rekomendasi nomor dua atau tiga. Saya akan lebih merekomendasikan hal-hal yang ada di urutan satu yang harus diperhatikan 1) membuat konten yang bagus yang akan menarik terciptanya link, dan 2) memilih arsitektur situs yang menjadikan situs anda mudah digunakan/ditelusuri (usable/crawable) untuk manusia maupun search engine.

Sebagai contoh, ada perbedaan sangat besar antara menjamin agar orang (dan bot) dapat mencapai halaman-halaman pada situs anda dengan cara meng-klik link dibanding dengan mengusahakan PageRank sculpting. Jika anda memiliki situs e-commerce, contoh lain arsitektur situs yang baik adalah menaruh produk di depan-tengah pada website  dibanding menaruhnya di tumpukan bawah dalam situs anda sehingga pengunjung dan search engine harus melakukan banyak klik untuk sampai pada produk tsb.

Boleh jadi hanya ada sedikit sekali halaman (seperti link ke shopping cart atau login page) yang mungkin akan saya pasangi nofollow. Alasannya  halaman-halaman ini berbeda untuk setiap pengguna dan tidak begitu banyak manfaatnya tampil di search engine. Tetapi secara umum, saya tidak akan merekomendasikan PageRank sculpting.

T: Mengapa kami diberi tahu sekarang?

J: Karena beberapa alasan. Pertama, kami mengira para pemilik situs atau orang yang melakukan test akan mengetahui soal ini, tapi nyatanya tidak. Lagi pula, terkait hal ini, kami sudah mengubah aspek-aspek lain yang lebih luas mengenai bagaimana kami menilai link, dan orang tidak mengetahui juga mengenai hal ini, sehingga tidaklah mengherankan. Jadi kami mulai menyediakan petunjuk lain bahwa PageRank sculpting bukanlah cara pemanfaatan waktu terbaik. Sewaktu kami menambahkan help page pada dokumentasi mengenai Nofollow, kami katakan “arsitektur informasi yang solid — navigasi intuitif, URL yang user dan search engine friendly, dst.— merupakan pemanfaatan sumber daya yang jauh lebih produktif dibanding fokus pada pengaturan prioritas menggunakan nofollow link. Pada video webmaster baru-baru ini, saya katakan “Bentuk lebih baik dan lebih efektif penggunaan PageRank sculpting adalah memilih (misalnya) hal mana yang harus di-link dari home page anda.” Pada Google I/O, sewaktu sesi site review saya katakan lebih eksplisit: “Jawaban singkat saya adalah tidak. Secara umum, kapanpun anda membuat link di seputar situs anda: jangan gunakan nofollow. Lakukan saja dan buatlah link ke elemen manapun.” Tetapi di SMX Advanced 2009, ada yang mengajukan pertanyaan ini secara langsung dan waktu  itu ada kesempatan baik untuk mengklarifiksi soal ini. Sekali lagi, ini bukan sesuatu yang harus diketahui atau dikhawatirkan kebanyakan pemilik situs, tetapi saya ingin memberitahukannya kepada para power SEO.

Q: If I run a blog and add the nofollow attribute to links left by my commenters, doesn’t that mean less PageRank flows within my site?

T: Kalau saya memiliki sebuah blog dan menambahkan atribut Nofollow pada link yang disisipkan penulis komentar tidakkah itu berarti lebih sedikit PageRank mengalir dalam situs saya?

A: If you think about it, that’s the way that PageRank worked even before the nofollow attribute.

J: Jika anda cermati soal ini, begitulah cara PageRank bekerja bahkan sebelum ada atribut Nofollow.

T: Baiklah, tetapi tidakkah ini berarti mendorong saya untuk membuat lebih sedikit outlink? Haruskan saya matikan komentar pada blog saya?

J: Saya tidak akan menyarankan menutup komentar untuk “menjaga ketat” PageRank anda. Seperti Google kurang mempercayai situs yang memiliki link ke situs spam atau lingkungan yang buruk, sebagian dari sistem kami mendorong link ke situs-situs yang berkualitas.

T: Jika Google sudah mengubah algoritma penghitungan outlink dari suatu halaman, apakah ia akan berubah lagi? Saya sangat suka dengan ide sculpting PageRank internal saya.

J: Kami tidak berharap akan ada lagi perubahan dalam algoritma kami walaupun kami tidak bisa pastikan. Kalaupun ada saya akan coba beri tahu anda.

T: Bagaimana anda menggunakan Nofollow pada internal link di situs pribadi anda?

J: Saya lebih banyak membiarkan PageRank mengalir dalam situs saya, dan saya menyarankan anda juga melakukan hal serupa. Saya tidak menambahkan nofollow pada halaman kategori atau arsip. Satu-satunya tempat yang dengan sengaja saya tambahkan nofollow adalah pada link ke feed saya, karena tidak ada gunanya RSS/Atom feed muncul di search result. Tetapi ini bukan keharusan, karena Google dan search engine lain bisa dengan cerdas membedakan feed dari halaman web yang biasa.

[*] Nofollow link tidak mengalirkan PageRank. Beberapa tahun belakangan saya menemukan kasus-kasus kecil dimana suatu link nofollow melewatkan anchortext, tetapi ini biasanya terjadi karena bugs pada indexing yang kemudian sudah kami perbaiki. Hal mendasar yang harus anda ketahui adalah bahwa nofollow link tidak membantu menaikkan rank suatu situs di Google search result.

Sumber:  Matt Cutts,  PageRank Sculpting

Juni 15, 2009

Home | About | Blogging | Daily Life | Insights | News | Videos | SEO

3 thoughts on “Matt Cutts: Soal PageRank Sculpting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s